PENDAHULUAN
Manusia sebagai
makhluk individu, keluarga, dan masyarakat oleh karenanya manusia dapat
dikatakan sebagai makhluk sosial yang selalu hidup berkelompok atau
berorganisasi dan membutuhkan orang lain. Masyarakat merupakan wadah
berkumpulnya individu-individu yang hidup secara sosial, masyarakat terdiri
dari ‘Saya’, ‘Anda’ dan ‘Mereka’ yang memiliki kehendak dan keinginan hidup
bersama.Kita tahu dan menyadari bahwa manusia sebagai individu dan makhluk
sosial serta memahami tugas dan kewajibannya dalam stiap tatanan kehidupan
berkelompok dan dalam struktur dan sistem sosial yang ada.
Para sosiolog
mengartikan masyarakat sebagai sebagai kelompok di dalamnya terdapat
orang-orang yang menjalankan kehidupan bersama sebagai satu kesatuan yang
diikat melalui kerjasama dan nilai-nilai tertentu yang permanen.
Oleh karena itu begitu
menariknya judul yang kami bahas ini sehingga kami mendapat tugas membuat
makalah dengan judul Manusia Sebagai Individu, Keluarga, dan Masyarakat, semoga
makalah yang kami buat ini dapat bermanfaat khususnya bagi pemakalah dan
umumnya bagi para pembaca, serta kami minta maaf apabila makalah ini belum
sempurna dan jauh dari yang diharapkan, oleh karenya kami meminta kritik dan
saran yang sifatnya mendukung untuk kemajuan makalah ini.
INDIVIDU,
KELUARGA DAN MASYARAKAT
Ø INDIVIDU
Individu
dalam kata latinnya “individuum” yang
artinya tak terbagi, individu dinyatakan
suatu kesatuan yang sangat kecil dan terbatas. Dalam ilmu sosial individu
mempelajari kenyataan-kenyataan yang istimewa untuknya melalui lingkungan,
individu bukan berarti manusia sebagai suatu
keseluruhan yang tak dapat dibagi, maka biasanya disebut orang-seorang,
sifat dan fungsi orang-orang disekitar kita adalah mahluk-mahluk yang
individual (berdiri sendiri), dalam berbagai hal bersamaan tetapi dalam banyak
hal banyak perbedaannya; Sejenis tapi tak sama.
Individu
tidak selalu memliki pendapat yang sama atau pengertian tentang suatu hal yang
sama, hal itu disebut diferensiasi. Bawaan ini dapat diperhatikan melalui
kerohanian (agama), kebiasaan (adat istiadat), paham tentang ; hukum, ilmu
pengetahuan, gaya hidup, dll.
Makna
manusia menjadi individu apabila pola tingkah lakunya hampir identik dengan
tingkah laku massa yang bersangkutan. Proses yang meningkatkan ciri-ciri
individualitas pada seseorang sampai pada ia adalah dirinya sendiri, disebut
proses individualisasi atau aktualisasi diri.
Proses yang
meningkatkan ciri-ciri individualitas pada seseorang sampai pada ia adalah
dirinya sendiri, disebut proses individualisasi atau aktualisasi diri.
Manusia sebagai
individu memiliki tugas pada dirinya sendiri yaitu;
v Menuntut
ilmu pengetahuan, merekayasa teknologi serta memanfaatkannya untuk kemakmuran
dan kesejahteraan. Kesadaran tersebut mendorongnya untuk terus belajar. Proses
belajar berarti proses perubahan sikap dan perilaku dengan mendapatkan
pengalaman dan pelatihan.
v Menghiasi
diri dan budi pekerti dengan baik serta akhlak yang terpuji, setiap tindakan
dan perbuatan dalam kehidupan bermasyarakat selalu bercermin pada keindahan dan
keelokan budi pekerti maka akan tercipata kesejukan dalam kehidupan
bermasyarakat.
Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu
masyarakat yang menjadi latar belakang keberadaanya. Individu berusaha
mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras
dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai dengan perilaku yang telah ada pada
dirinya.
Manusia sebagai individu selalu berada di tengah-tengah
kelompok individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi yang
prosesnya memerlukan lingkungan yang dapat membentuk pribadinya. Namun tidak
semua lingkungan menjadi faktor pendukung pembentukan pribadi tetapi ada
kalanya menjadi penghambat proses pembentukan pribadi.
1.
Pertumbuhan
Individu
·
Aliran
asosiasi: pertumbuhan merupakan suatu proses asosiasi yaitu
terjadinya perubahan pada seseorang secara bertahap karena pengaruh baik dari
pengalaman luar melalui panca indra yang menimbulkan sensasi maupun pengalaman
dalam mengenal batin sendiri yang menimbulkan refleksi.
·
Aliran
psikologi Gestalt: pertumbuhan adalah proses diferensiasi
yaitu proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal
sesuatu. Pertama mengenal secara keseluruhan, baru kemudian mengenal bagian
demi bagian dari lingkungan yang ada.
·
Aliran
sosiologi: pertumbuhan merupakan proses perubahan dari sifat
mula-mula yang asosial dan sosial kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.
2.
Faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
Ø Faktor Hereditas ( genetika)
Hereditas
adalah kecenderungan untuk berkembang mengikuti pola-pola tertentu, seperti
misalnya kecenderungan untuk berjalan tegak, kecenderungan bertambah besar,
kecenderungan untyk menjadi orang lincah atau pendiam dan
sebagainya.kecenderungan ini tidak hany terdapat selama masa kanak-kanak,
melainkan tetap ada pada diri kita selama masih hidup kita. Akan tetapi
kecenderungan- kecenderungan tersebut tidak mungkin akan berwujud menjadi
kenyataan kalau seandainya tidak mendapatkan kesempatan dan rangsangan dari
luar untuk berkembang.
Ø Faktor Lingkungan
Lingkungan
adalah segala akan lahir sebagai bayi yang sehat. yang mengelilingi individu
didalam hidupnya, baik dalam bentuk lingkungan pisik seperti orang tuanya,
rumahnya, kawan-kawannya bermain, masyarakat sekitanya maupun dalam bentuk
lingkunganpsikologis seperti misalnya perasaan-perasaan yang dialaminya,
cita-citanya, persoalan-persoalan yang dihadapinya dan sebagainya. Sejak lahir,
malahan sejak didalam kandungan, seorang individu selalu dipengaruhi oleh
lingkungannya. Jikalau selama masa-masa dalam kandungan, ibunya mendapat
makanan-makanan yang sehat, melakukan latihan-latihan olah raga yang tepat,
mengalami ketentraman batin dan sebagainya, maka bayi yang ada dalam kandungan
kemungkinan besar akan lahir sebagai seorang bayi yang sehat.
Begitu juga semenjak ia lahir didunia perkembangan anak
itu akan tetap dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan yang berasal dari
lingkungannya, oleh jumlah dan kualitas makanan yang diterimanya, oeh jadwal
pemeliharaannya tiap hari, begitu juga oleh suhu lingkungannya. Pengaruh yang
tidak kalah pentingnya ialah bagaimana sikap dan tingkah laku orang dewasa
disekitarnya terhadap dirinya. ( patty, 1982: 58-59).
Ø Faktor kematangan
Pembawaan dan lingkungan
adalah faktor-faktor yang sangat penting bagi perkembangan individu. Interaksi
antara faktor-faktor tersebut tidak terjadi sekehendak hati, tapi dipengaruhi
oleh faktor ketiga yaitu faktor kematangan ( maturation) atau waktu (time).
Kematangan adalah siapnya suatu fungsi kehidupan, baik pisik maupun psychis
untuk berkembang dan melakukan tugasnya denagn baik. Bagaimanapun kayanya
pembawaan seseorang individu dan betapapun baiknya lingkungan yang tersedia
baginya bila belum mencapai kematangan untuk berfungsi maka suatu fungsi
ehidupan belum dapat berkembang optial. ( Abu khaer, 1993: 30-31).
Adapun teori –teori
untuk menganalisa faktor manakah yang paling berpengaruh terhadap perkembangan
individu, yakni antara faktor hereditas dan faktor lingkungan adalah sebagai
berikut:
v Pendirian Nativistik
Pertumbuhan individu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.
Pertumbuhan individu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.
v Pendirian Empiristik dan
Envinronmentalistik
Pertumbuhan individu semata-mata tergantung kepada lingkungan sedangkan dasar tidak berperanan sama sekali.
Pertumbuhan individu semata-mata tergantung kepada lingkungan sedangkan dasar tidak berperanan sama sekali.
v Pendirian Konvergensi dan
Interaksionisme
Interaksi
antara dasar dan linkunagan dapat menentukan pertumbuhan individu
3.
Tahap
pertumbuhan individu berdasarkan psikologi:
i.
Masa vital yaitu dari usia 0 sampai
kira-kira 2 tahun.
ii.
Masa estetik dari umur kira-kira 2 tahun
sampai kira-kira 7 tahun
iii.
Masa intelektual dari kira-kria 7 tahun
sampai kira-kira 13 tahun atau 14 tahun
iv.
Masa sosial, kira-kira umur 13 atau 14
tahun sampai kira-kira 20 – 21 tahun
4.
HUBUNGAN INDIVIDU,
KELUARGA DAN MASYARAKAT
Aspek
individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan
adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai
keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun
kebudayaan apabila tidak ada individu.
Sementara
di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu
membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat
mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan
kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai
potensinya sebagai manusia.
Individu barulah dikatakan sebagai individu apabila pada
perilakunya yang khas dirinya itu diproyeksikan pada suatu lingkungan sosial
yang disebut masyarakat. Satuan-satuan lingkungan sosial yang mengelilingi
individu terdiri dari keluarga, lembaga, komunitas dan masyarakat.
A. Hubungan
individu dengan keluarga
Individu
memiliki hubungan yang erat dengan keluarga, yaitu dengan ayah, ibu, kakek,
nenek, paman, bibi, kakak, dan adik. Hubungan ini dapat dilandasi oleh nilai,
norma dan aturan yang melekat pada keluarga yang bersangkutan.
Dengan adanya hubungan keluarga ini,
individu pada akhirnya memiliki hak dan kewajiban yang melekat pada dirinya
dalam keluarga.
B. Hubungan
individu dengan lembaga
Lembaga
diartikan sebagai sekumpulan norma yang secara terus-menerus dilakukan oleh
manusia karena norma-norma itu memberikan keuntungan bagi mereka.
Individu memiliki hubungan yang
saling mempengaruhi dengan lembaga yang ada disekelilingnya. Lingkungan
pekerjaan dapat membentuk individu dalam membentuk kepribadian. Keindividuan
dalam lingkungan pekerjaan dapat berperan sebagai direktur, ketua dan
sebagainya. Jika individu bekerja, ia akan dipengaruhi oleh lingkungan
pekerjaannya.
C. Hubungan
individu dengan komunitas
Komunitas
dapat diartikan sebagai satuan kebersamaan hidup sejumlah orang banyak yang
memiliki teritorial terbatas, memiliki kesamaan terhadap menyukai sesuatu hal
dan keorganisasian tata kehidupan bersama.
Komunitas
mencakup individu, keluarga dan lembaga yang saling berhubungan secara
independen.
D. Hubungan
individu dengan masyarakat
Hubungan
individu dengan masyarakat terletak dalam sikap saling menjungjung hak dan
kewajiban manusia sebagai individu dan manusia sebagai makhluk sosial. Mana
yang menjadi hak individu dan hak masyarakat hendaknya diketahui dengan
mendahulukan hak masyarakat daripada hak individu. Gotong royong adalah hak
masyarakat, sedangkan rekreasi dengan keluarga, hiburan, shopping adalah hak
individu yang semestinya lebih mengutamakan hak masyarakat.
Ø KELUARGA
Ø Pengertian
Keluarga
Kata keluarga berasal dari bahasa Sanskerta “kulawarga” yang berarti anggota. Dari bahasa sansekerta ini, keluarga memiliki pengertian lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Secara umum, keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Kata keluarga berasal dari bahasa Sanskerta “kulawarga” yang berarti anggota. Dari bahasa sansekerta ini, keluarga memiliki pengertian lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Secara umum, keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Suatu keluarga setidaknya memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Terdiri
dari orang-orang yang memiliki ikatan darah atau adopsi.
2. Anggota
suatu keluarga biasanya hidup bersama-sama dalam satu rumah dan mereka
membentuk satu rumah tangga.
3. Memiliki
satu kesatuan orang-orang yang berinteraksi dan saling berkomunikasi,
yang memainkan peran suami dan istri, bapak dan ibu, anak dan saudara.
4. Mempertahankan
suatu kebudayaan bersama yang sebagian besar berasal dari kebudayaan umum yang
lebih luas.
Ø Fungsi
Keluarga
Sebagai unit terkecil dari
masyarakat, keluarga juga memiliki fungsi untuk menjalankan peranannya.
Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki
hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara
individu tersebut.
Inilah yang disebut dengan fungsi
keluarga. Berikut ini adalah macam-macam fungsi keluarga :
1 - Fungsi Biologis
~ Untuk meneruskan keturunan
~ Memelihara dan membesarkan anak
~ Memberikan makanan bagi keluarga dan
memenuhi kebutuhan gizi
~ Merawat dan melindungi kesehatan
para anggotanya
~ Memberi kesempatan untuk berekreasi
2 - Fungsi Psikologis
ü ~ Identitas keluarga serta rasa aman
dan kasih sayang
ü ~ Pendewasaan kepribadian bagi para
anggotanya
ü ~ Perlindungan secara psikologis
~ Mengadakan hubungan keluarga dengan
keluarga lain atau masyarakat
3 - Fungsi Sosial Budaya atau Sosiologi
ü ~ Meneruskan nilai-nilai budaya
ü ~ Sosialisasi
ü ~ Pembentukan norma-norma, tingkah
laku pada tiap tahap perkembangan anak serta kehidupan keluarga
4 - Fungsi Sosial
ü ~ Mencari sumber-sumber untuk memenuhi
fungsi lainnya
ü ~ Pembagian sumber-sumber tersebut
untuk pengeluaran atau tabungan
ü ~ Pengaturan ekonomi atau keuangan
5 - Fungsi Pendidikan
ü ~ Penanaman keterampilan, tingkah laku
dan pengetahuan dalam hubungan dengan fungsi-fungsi lain.
ü ~ Persiapan untuk kehidupan dewasa.
ü ~ Memenuhi peranan sehingga anggota
keluarga yang dewasa
Ø Bentuk Keluarga
Keluarga dibagi
menjadi beberapa bentuk berdasarkan garis keturunan, jenis perkawinan,
pemukiman, jenis anggota keluarga dan kekuasaan.
A. Berdasarkan
Garis Keturunan
v Patrilinear adalah keturunan sedarah
yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana
hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.
v Matrilinear adalah keluarga sedarah yang
terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa ganerasi dimana hubungan itu
disusun melalui jalur garis ibu.
B.
Berdasarkan
Jenis Perkawinan
v Monogami adalah keluarga dimana
terdapat seorang suami dengan seorang istri.
v Poligami adalah keluarga dimana
terdapat seorang suami dengan lebih dari satu istri.
C. Berdasarkan Pemukiman
v Patrilokal adalah pasangan suami istri,
tinggal bersama atau dekat dengan keluarga sedarah suami.
v Matrilokal adalah pasangan suami istri,
tinggal bersama atau dekat dengan keluarga satu istri
v Neolokal adalah pasangan suami istri,
tinggal jauh dari keluarga suami maupun istri.
D. Berdasarkan Jenis Anggota Keluarga
v Keluarga inti (Nuclear Family) adalah keluarga yang terdiri dari ayah,
ibu dan anak-anak.
v Keluarga besar (Extended Family) adalah keluarga inti ditambahkan
dengan sanak saudara. Misalnya : kakak, nenek, keponakan, dan lain-lain.
v Keluarga Berantai (Serial Family) adalah keluarga yang terdiiri dari
wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga
inti.
v Keluarga Duda/janda (Single Family) dalah keluarga yang terjadi karena
perceraian atau kematian.
v Keluarga berkomposisi (Composite) adalah keluarga yang perkawinannya
berpoligami dan hidup secara bersama.
v Keluarga Kabitas (Cahabitation) adalah dua orang yang terjadi tanpa
pernikahan tetapi membentuk suatu keluarga.
E.
Berdasarkan
Kekuasaan
v Patriakal adalah keluarga yang dominan
dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah dipihak ayah.
v Matrikal adalah keluarga yang dominan
dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah pihak ibu.
v Equalitarium adalah keluarga yang memegang
kekuasaan adalah ayah dan ibu.
Ø MASYARAKAT
Masyarakat
adalah sekelompok orang yang
membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian
besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok
tersebut dari pengertian menurut pandangan istilah society. Kata “masyarakat”
sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Menurut Drs. JBAF Mayor
Polak, masyarakat adalah wadah segenap antar hubungan sosial terdiri atas
banyak sekali kolektiva serta kelompok dan tiap-tiap kelompok terdiri atas sub
kelompok. Jadi, masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki
tatanan kehidupan, norma-norma adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam
lingkungannya.
Dalam pertumbuhan dan perkembangan,
masyarakat dapat digolongkan menjadi dua yaitu masyarakat sederhana dan masyarakat maju. Yang dimaksud
masyarakat sederhana yaitu masyarakat yang memiliki pola pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin dikarenakan pola
nya berdasarkan kemampuan fisik individu tersebut. Sedangkan yang dimaksud masyarakat maju adalah masyarakat yang
mempunyai organisasi masyarakat yang mempunyai tujuan yang sama akan
kebutuhannya.
Dalam masyarakat maju, dibedakan menjadi dua
kelompok yaitu masyarakat non industri dan masyarakat industri. Tujuan dari masyarakat non industri yaitu
masyarakat yang kemampuan dan profesinya
lebih memberikan jasa-jasanya dalam sosialisai. Sedangkan tujuan masyarakat
industri, masyarakatnya lebih mempunyai
keterampilan untuk menghasilkan sesuatu. Contoh profesi masyarakat industri yaitu misalnya koki.
Individu, Keluarga dan Masyarakat
mempunyai hubungan erat karena masyarakat dibentuk melalui individu-individu
yang sadar akan perannya. Dan keluarga pun terbentuk dari satu individu dan individu lainnya dan menghasilkan satu individu yang lain. Manusia
juga sebagai makhluk sosial juga akan membentuk suatu kelompok yang terdiri dari individu yang karakternya
berbeda-beda.
Masyarakat tidak akan terbentuk jika tidak ada sekumpulan banyak
keluarga, begitu juga Keluarga tidak akan terbentuk jika hanya punya satu
Individu. Yang artinya Individu jika bertemu Individu yang lain akan membuat
suatu Keluarga atau suatu kelompok yang
akan terbentuk menjadi Masyarakat.
Berikut dibawah ini adalah beberapa pengertian masyarakat
dari beberapa ahli sosiologi :
Ø menurut Munandar Soelaeman masyarakat merupakan kesatuan sosial yang
mempunyai ikatan-ikatan kasih sayang yang erat. Kesatuan sosial mempunyai
kehidupan jiwa seperti adanya ungkapan jiwa rakyat, kehendak rakyat, kesadaran
masyarakat, dsb.
Ø menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu
ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara
kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
Ø Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suatu kenyataan objektif
pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
Ø Menurut Paul B. Horton & C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia
yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal
di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian
besar kegiatan di dalam kelompok atau kumpulan manusia tersebut.
Dari pengertian di atas dapat
disimpulkan masyarakat adalah :
- Kumpulan sekian banyak individu yang terikat oleh satuan adat, hukum dan kehidupan bersama
- Kesatuan sosial yang mempunyai hubungan erat
- Kumpulan individu-individu yang mandiri dan hidup berdampingan dalam waktu yang cukup lama.
Hak
Dan Kewajiban Individu dalam Masyarakat
Hak ialah suatu yang merupakan milik atau dapat dimiliki
oleh seseorang sebagai manusia. Hak ini dapat dipenuhi dengan memenuhinya atau
dapat juga hilang seandainya pihak yang berhak merasa rela apabila haknya tidak
dipenuhi.
Kewajiban
ialah hal-hal yang wajib dilakukan atau diadakan oleh seorang dari luar dirinya
untuk memenuhi hak dari pihak yang lain.Yang dapat menentukan individu memiliki
hak dan kewajiban adalah norma yang dianut, adat istiadat yang mentradisi dan
agama yang diyakini.
Ada
dua bentuk hak yang sangat mendasar, yang dapat dimiliki oleh individu :
- Hak asasi yang bersifat natural, seperti hak untuk hidup, hak untuk merdeka, hak untuk mendapatkan kehormatan. Hak-hak tersebut yang menyebabkan manusia memperoleh kebebasan pada kurun waktu yang panjang
- Hak asasi yang bersifat umum, yaitu hak persamaan. Diperlukan seorang individu dalam kedudukannya sebagai individu dalm suatu masyarakat. Dalam hak persamaan tidak terdapat sifat diskriminasi golongan, jenis, bahasa, agama, pandangan politik, asal negara, tingkat sosial, kelahiran.
Adapun kewajiban individu didalam
masyarakat adalah melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya dengan cara
menghormati hak-hak masyarakat. Jika seseorang memiliki hak untuk dihargai,
dirinya juga harus menghargai orang lain. Jika seseorang memiliki hak untuk
hidup tenang, dirinya juga harus menjaga ketenangan, demikian seterusnya.
Ø Transmigrasi Dan Urbanisasi dalam masyarakat
v Transmigrasi ( Perpindahan
Penduduk dari satu pulau ke pulau lain )
Transmigrasi adalah sistem pengembangan terpadu yang merangkum seperangkat prinsip dan metode untuk
pelaksanaan pemukiman dan kehidupan baru bagi kelompok masyarakat. Transmigrasi
sebagai salah satu sistem, menunjuk ke berbagai kegiatan, usaha dan disiplin
ilmu yang digabungkan menjadi satu usaha
keseluruhan yang terkait dengan penghapusan masyarakat dalam konteks
pembangunan nasional.
v Faktor Pendorong Terjadinya
Transmigrasi
- Berkurangnya SDA
- Menyempitnya lapangan pekerjaan
- Adanya bencana alam
v Keuntungan Transmigrasi
- Kesempatan mendapatkan pendapatan yang lebih baik
- Kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih tinggi
v Urbanisasi ( Perpindahan penduduk dari desa ke kota )
Urbanisasi adalah penduduk perindahan dari desa ke kota dan
pengeritian kurang tepat jika diartikan lebih jelas, jumlah orang yang tinggal
di perkotaan sekitar disertai transformasi pola perubahan dalam kehidupan
sosial dan ekonomi pedesaan (pertanian) ke ekonomi perkotaan pola yang industri
dan jasa.
v Faktor Pendorong Terjadinya
Urbanisasi
- Lahan pertanian semakin sempit
- Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
- Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
- Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
- Diusir dari desa asal
- Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
v Keuntungan Urbanisasi
- Memoderenisasikan warga desa
- Menambah pengetahuan warga desa
- Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah
- Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa
PENUTUP
A. Kesimpulan
Manusia sebagai
makhluk individu, keluarga, dan masyarakat oleh karenanya manusia dapat
dikatakan sebagai makhluk sosial yang selalu hidup berkelompok atau
berorganisasi dan membutuhkan orang lain. Kita tahu dan menyadari bahwa manusia
sebagai individu dan makhluk sosial serta memahami tugas dan kewajibannya dalam
stiap tatanan kehidupan berkelompok dan dalam struktur dan sistem sosial yang
ada.
Dari seluruh uraian
mengenai relasi individu dengan enam macam lingkungan sosial mulai dari
keluarga sampai nasional, dapat ditarik kesimpulan sementara, bahwa individu
mempunyai makna langsung apabila konteks situasional adalah keluarga atau
lembaga sosial, sedangkan individu dalam konteks lingkungan sosial yang lebih
besar, seperti masyarakat nasion, posisi dan peranannya semakin abstrak.
B. Saran
Dalam bermasyarakat
ciptakanlah sikap saling tolong – menolong dalam hal kebajikan, agar
terciptanya sikap kekeluargaan dan kasih sayang terhadap sesama manusia.
DAFTAR
PUSTAKA
Ahmadi Abu, Drs. H . 2003. Ilmu
Sosial Dasar : Mata Kuliah Dasar Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Wahyu, Ramdani, M.Ag.,M.Si. ISD
(Ilmu Sosial Dasar). Pustaka Setia. Bandung : 2007
Soelaeman, M. Munandar. Ilmu Sosial
Dasar Teori dan Konsep Ilmu Sosial. Refika Aditama. Bandung : 2004
https://id.wikipedia.org/wiki/Transmigrasi
https://id.wikipedia.org/wiki/Urbanisasi
UG Digital Book
Tidak ada komentar:
Posting Komentar