Jumat, 30 November 2018

Tugas Audit Command Language (ACL)


ACL (AUDIT COMMAND LANGUAGE)
1. Pengertian ACL
ACL(Audit Command Language) adalah aplikasi yang hanya ‘read-only’, ACL tidak pernah mengubah data sumber asli sehingga aman untuk menganalisis jenis live-data. Keanekaragaman sumber data dan teknologi akses data, cara mengakses data juga bervariasi dari satu sumber data ke lain. ACL membaca beberapa sumber data secara langsung dengan mengimpor dan menyalin sumber data sehingga dapat dianalisis. ACL dirancang khusus untuk menganalisa data dan menghasilkan laporan audit baik untuk pengguna biasa (common/nontechnical users) maupun pengguna ahli (expert users). Dengan menggunakan ACL, pekerjaan auditing akan jauh lebih cepat daripada proses auditing secara manual yang memerlukan waktu sampai berjam-jam bahkan sampai berhari-hari.

2. Sejarah ACL
ACL dikembangkan sejak tahun 1970-an oleh Prof. Hart J. Will dari Canada dan kemudian dikelola oleh ACL Services Ltd, Vancouver, Canada, dan merupakan pemimpin pasar dalam teknologi pengambilan data, analisis data, serta pelaporan (hasil survey tahunan The Institute of Internal Auditors, USA, 2005).
ACL telah dikembangluaskan dengan fungsi untuk memenuhi kebutuhan analisis data seluruh aktivitas bisnis operasional di dalam perusahaan, di antaranya pada bidang audit untuk analisis data, pencocokan dan pembandingan data, laporan penyimpangan, dsb; pada bidang IT (Information Technology) untuk data migration, data cleansing, data matching, data integrity testing; selain itu juga untuk analisis, konsolidasi, rekonsiliasi data, dan pelaporan pada divisi lain seperti Keuangan, Pemasaran, Distribusi, Operasional, dan lain sebagainya.
ACL dapat membaca data dari berbagai macam sistem yang terbentang mulai dari model sistem mainframe lama hingga ke relational database modern. ACL adalah aplikasi yang hanya ‘read-only’, ACL tidak pernah mengubah data sumber asli sehingga aman untuk menganalisis jenis live-data. Keanekaragaman sumber data dan teknologi akses data, cara mengakses data juga bervariasi dari satu sumber data ke lain. ACL membaca beberapa sumber data secara langsung dengan mengimpor dan menyalin sumber data sehingga dapat dianalisis. ACL dirancang khusus untuk menganalisa data dan menghasilkan laporan audit baik untuk pengguna biasa (common/nontechnical users) maupun pengguna ahli (expert users). Dengan menggunakan ACL, pekerjaan auditing akan jauh lebih cepat daripada proses auditing secara manual yang memerlukan waktu sampai berjam-jam bahkan sampai berhari-hari.

Software ini dapat melakukan akses data langsung ke dalam database ataupun dalam bentuk teks file dalam waktu yang singkat tanpa menganggu sistem yang sedang berjalan, melakukan proses verifikasi hasil dari data yang diperoleh untuk menciptakan integrasi data yang dipercaya, dan hasil analisa data yang dapat diandalkan. Semua dapat dilakukan dengan cepat, tepat, aman, dan akurat.

Kamis, 29 November 2018

Tugas Sistem Keamanan Teknologi Informasi


Pertanyaan
1. Enkripsi pesan “TURN BACK HOAX” dengan kata kunci “PERANG”
-Enkripsi dengan Vigenere Cipher

2. Dalam pengembangan system informasi, dibutuhkan juga aspek pengamanan computer, sebutkan dan berikan contohnya!!!

3. Bagaimana cara untuk menangani web browser yang terkena malware?

4. Dokumen yang sifatnya rahasia di Divisi Finance dapat dilihat oleh divisi lainnya, bagaimana cara penanganan agar kerahasiaannya terjaga?

5. Ketika sedang browsing, tiba-tiba koneksi internet lambat , setelah ditelusuri terdapat serangan DDOS, bagaimana menanganinya?

JAWABAN

1.PLAINTEXT : “TURNBACKHOAX”
Key : “Perang”
Cipher : IYINOGROYOND

2. –Authentication : Agar penerima informasi dapat memastikan keaslian pesan tersebut datang dari orang yang dimintai informasi

CONTOH : Proses Authentication
Untuk dapat membuka file dan juga memodifikasinya , kita perlu memasukkan password yang telah kita masukkan sebelumnya.

Jika kita memasukkan password dengan benar maka file akan terbuka dan sebaliknya jika password kita salah maka file tak akan bias terbuka.

- Confidentiality : sebuah konsep untuk melindungi kerahasiaan dan privasi informasi
Contoh : Konfirmasi login ketika membuka Email di PC harus menggunakan kode yang dikirimkan pada Smartphone.

- Privacy : agar data-data pribadi user sifatnya menjadi private
Contoh : Email atau file lain yang tidak boleh dibaca oleh orang lain meskipun administrator.

3.dengan mensetting ulang pengaturan search engine , home page , toolbar , dan extensi browser pada browser yang terkena malware

4.setting agar hanya orang yang berhak yang diberikan hak akses untuk melakukan operasi seperti membaca , mengubah , menghapus , dll . siapkan logfile riwayat setiap transaksi / operasi dijalankan agar mampu membaca data supaya tidak disalahgunakan.

5.cara menanganinya yaitu dengan memperbaharui (update) patch pada system keamanan computer untuk menutupi celah-celah keamanan yang bias muncul pada system operasi computer atau server yang digunakan.

Senin, 19 November 2018

COBIT


UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI



MAKALAH SOFTSKILL

KELOMPOK 3






Anggota Kelompok :     1. Bagus Astradi W / 11115249

2. Taufik Akbar / 16115822

3. Dira Nanda Ulvi /1B117815 







UNIVERSITAS GUNADARMA

DEPOK

2018



DEFINISI COBIT
            COBIT (Control Objecties for Information and Related Technology) merupakan audit sistem informasi dan dasar pengendalian yang dibuat oleh Information Systems Audit and Control Association (ISACA) dan IT Goernance Institute (ITGI) pada tahun 1992.
            COBIT Framework adalah standar kontrol yang umum terhadap teknologi informasi, dengan memberikan kerangka kerja dan kontrol terhadap teknologi informasi yang dapat diterima dan diterapkan secara internasional.
            COBIT bermanfaat bagi manajemen untuk membantu menyeimbangkan antara resiko dan inestasi pengendalian dalam sebuah lingkungan IT yang sering tidak dapat diprediksi. Bagi user, ini menjadi sangat berguna untuk memperoleh keyakinan atas layanan keamanan dan pengendalian IT yang disediakan oleh pihak internal atau pihak ketiga. Sedangkan bagi Auditor untuk mendukung atau memperkuat opini yang dihasilkan dan memberikan saran kepada manajemen atas pengendalian internal yang ada.